Rabu, 12 Juni 2013

Hantu Jeruk Nipis



TengTongTengTong !!! TengTongTengTong!!! Bel masuk pun berbunyi . Didit, Egi, dan Kayla yang masih berada di kantin pun langsung masuk ke kelas dengan mulut yang masih tembem karena masih diisi bakso.”ayo cepat , sebelum pak Jono masuk ke dalam kelas” kata Didit. “Baik” jawab Kayla dengan mulut penuh. Ketika mereka masuk kedalam kelas mereka tidak melihat keberadaan Pak Jono . “memangnya Pak Jono Kemana Rin ?” Tanya Kayla kepada teman sebangkunya ririn. “Pak Jono Sakit , kataya dia pernah melihat hantu di belakang sekolah” jawab Ririn. “ memangnya ada apa di belakang sekolah” Tanya Kayla dengan penasaran . “Katanya Pak Jono melihat sesosok lelaki memakai gaun di belakang pohon jeruk nipis.” Sambung ririn. “apa ? lelaki memakai gaun” kata Kayla dengan nada heran. Tiba tiba masuklah seorang guru dengan wajah yang sangar tetapi bersuara dan bersikap unyu . “Selamat Pagi anak anak, hari ini saya yang menggantikan Pak Jono, karena dia sedang sakit.” Anak anak heran melihat tingkah guru baru itu, badannya kekar wajahnya sangar . tapi kelakuan seperti cherrybelle membuat anak anak menjadi geli. “Pak , katanya pak jono sakit karena melihat hantu lelaki memakai gaun di belakang sekolah dekat pohon jeruk nipis ya pak ?” Tanya Kayla. “OMG , hantu, jangan buat aku takutla” jawab guru baru dengan nada lembek. “oiya pak nama bapak siapa ?” Tanya didit. “nama bapak fiqi”jawab pak fiqi. Setelah berbincang les terakhir pun selesai. Didit,Egi,Kayla,dan Ririn pun menuju belakang sekolah untuk mengintai keberadaan hantu jeruk nipis. “eh memangnya hantu itu ada ya ?” kata Egi. “gatau kita buktiin aja dulu.”
Kata Didit. Setelah meek sampai sampai di sana mereka melihat pohon jeru nipis dan sebuah rumah yang sepertinya sudah tidak berpenghuni lagi. Langakh demi langkah, akhirnya mereka masuk kedalam rumah itu, tetapi sayangnya pagarnya digembok.”Jadi gimana nih? Kita mau lewat mana?” Tanya egi. “coba kita cek pintu belakang dulu” ucap Kayla. Akhirnya mereka sepakat untuk melewati pintu belakang.”ah, syukurlah pintu belakang terbuka” sahut ririn. Setelah mereka masuk mereka mendengar suara lelaki dari dalam. “Huaaaaa…………. Keluarlah kalian dari rumah ini atau kalian akan celaka” kata lelaki itu. Anak anak pun sontak ketakutan dan berlarian di dalam rumah itu. Tiba tiba egi melihat ada mikrofone “untuk apa dirumah ada microfone? Lebih baik aku cari tahu  sendiri” kata egi. Sedangkan teman temannya yang lain sudah keluar. “ah….ah….seram banget ni rumah” sahut ririn. “iya lebih seram daripada hantu di TV TV” cetus Kayla. Tiba tiba mereka mendengar suara jeritan lelaki yang seperti perempuan dan suara itu ternyata …….. “eh itu kan suara pak fiqi” kata didit. “iya , benar itu suara pak fiqi” sambung ririn. Anak anak pun kembali masuk untuk mengetahui apa yang terjadi. Sampai di dalam, mereka mengikuti suara teriakan itu, dan ternyata berasal dari suatu kamar. Dan ternyata hantu yang memakai gaun itu adalah pak fiqi. Anak anak keheranan karena pak fiqi sudah tertangkap dan yang menangkapnya adalah egi. “gi, bagaimana kamu bisa menangkap pak fiqi” Tanya didit. “bisa dong, egi gitu lho”jawab egi. Tiba tiba dari luar ada suara ambulan yang datang ke rumah itu, dan tiba tiba masuklah seorang dokter. “dik, terima kasih telah menangkap orang ini, orang ini adalah orang stress yang kabur dari rumah sakit jiwa.” Kata dokter RSJ. “bapak bilang dia orang gila pak? Padahal semalam orang ini masuk ke sekolah, bahkan ke kelas kami. Dia pun sempat mengajari kami, dia bilang dia pengganti guru kami.” Ucap Kayla. “iya, bener itu pak” sambung egi. “dia orang strees dik, dia gila karena gagal menjadi guru, dulu sebelum masuk RSJ dia sering mukulin orang pake botol plastik.”kata dokter RSJ. “pake botol plastic pak? Kan nggak sakit.” Tanya ririn. “iya itu tangan kirinya, tangan kanannya bawa botol kaca” kata dokter RSJ menjelaskan. “oooooo gitu toh” sambung Kayla. ”Ya udah untuk semuanya kami mengucapkan terima kasih banyak” ucap dokter RSJ. “baik pak, sama sama.” Sahut Didit. Setelah mereka bersalam salaman seperti Saat hari raya idul fitri, mereka pun pergi melanjutkan perjalan ke rumah pak Jono. Sesampainya di rumah Pak Jono “Permisi, Pak Jonooooooo” sahut egi memanggil ke dalam. “iya, siapa ya ?” tiba tiba keluarlah wanita setengah baya keluar dari rumah. “ada apa ya nak?” Tanya ibu itu. “maaf bu, pak jononya ada?” jawab ririn.
“oh, ada ada. Kalian semua murid SMP sebelah ya? “ ucap ibu itu . “boleh kami masuk bu?” Tanya didit. “oh boleh boleh silahkan, silahkan masuk.”  Balas ibu itu lagi. “o iya bu , ngomong ngomong ibu ini siapa ?” kata ririn. “oh ibu istrinya pak Jono, ayo masuk.”. Seteah dipersilahkan , kami pun masuk ke dalam rumah Pak Jono. Setibanya di dalam anak anak kaget melihat Kepala Pak Jono yang diperban. “Pak Jono” ucap keempat murid itu dengan serentak sambil memeluk Pak Jono *waktunya berpelukan* pak jono pun membalasnya dengan jawaban “anak muridkuuuuuu.”
“Pak Jono, kepala Pak Jono kenapa pak?” kata Kayla. “Kepala bapak dipukul setan yang ada di belakang sekolah.” Jawab pak Jono. Anak anak pun tertawa terkikik kikik. “loh nak, kenapa kalian ketawa, toh ?” Tanya pak jono”bapak ditokok hantu yang ada di belakang pohon jeruk nipis dekat belakang sekolah kan?” Tanya Kayla lagi. “ Pak itu bukan hantu, itu orang gila yang kabur dari Rumah Sakit Jiwa” sambung didit. “Rumah Sakit  Jiwa? tapi penampilannya seperti noni belanda yang memakai gaun tetapi wajahnya seperti lelaki” Tanya pak jono lagi dengan nada heran. “iya pak kami tau, barusan kami kesana untuk menyelidiki semuanya, sampai akhirnya datanglah seorang dokter dari RSJ, bapak ini gimana sih masak udah besar masih takut sama hantu, malu sama kumis pak.” Balas egi. Setelah berbincang agak lama, mereka pun berpamitan kepada Pak Joni dan istrinya.


Pesan Moral: Janganlah percaya yang namanya hantu, hantu itu tidak ada. yang ada Jin sama setan sama iblis. kedua Ciri ciri orang gila itu harus dipelajari agar kita tidak tertipu dengan yang namanya orgil alias orang gila. ketiga Guru yang sedang sakit harus dijenguk dan diberikan pelukan telletubies. 

1 komentar: