Sabtu, 01 Juni 2013

misteri mobil tepi puncak



Hari ini adalah hari dimana aku pergi kemping bersama keluargaku ke puncak gunung, aku sangat senang karena pada liburan kali ini aku tidak di rumah saja. Aku pergi bersama ayah, ibu, adik, kakak, kakek, dan nenek. Kami berangkat jam 8 pagi dari rumah, kami bercerita dan bercanda di dalam mobil, suasana di dalam mobil pun jadi bising tapi menyenangkan. Tapi, tiba tiba kesenangan itu seketika berubah menjadi sebuah kerisauan , karena tiba tiba jalanan ke puncak macet. Karena macet kami pun memutuskan untuk berhenti sementara untuk istirahat di sebuah warung. Kami membeli beberapa makanan dan minuman ringan. Tiba tiba“ mau pergi ke mana pak ? “ Tanya si penjual kepada ayah “ mau pergi ke puncak ? “ jawab ayah. “Pak bapak belum mendengar bahwa sudah ada kecelakaan yang aneh ! tetapi berita ini sih belum menyebar ke mana mana . “ tegas penjual. “ maksud anda ? “ sambung ayah. Begini pak seminggu yang lalu ada kecelakaan beruntun di tepi pegunungan , tabrakan ini memakan banyak korban. Dan katanya di dekat tepi itu ada suara mobil aneh dan suara jeritan orang orang yang mendapatkan kecelakaan itu !.” . “tapi kenapa masih banyak orang yang ingin pergi kesana , bahkan sampai jalanan macat begini.”. “ Saya kan sudah bilang mungkin karena berita ini misterius dan juga belum banyak orang yg mengetahuinya.” Sambung si penjual tadi. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan untuk tidak membuang waktu, lagipula jalanan sudah agak aman. Ketika di mobil aku malah banyak melamun karena teringat pesan sang penjual tersebut. Setelah beberapa jam kami diperjalanan aku sangat terkejut melihat bangkai-bangkai mobil yang ada di sana, ternyata itu bekas kecelakaan beruntun yang terjadi kemarin malam. Setiap mobil aku perhatikan terus sampai aku curiga pada satu mobil. Kulihat ada seorang lelaki seperti sosok penjual yang membicarakan kecelakaan ini. Tentun saja aku kaget, ”ma, lihat itu abang abang penjual tadi kan ?” tanyaku . mama hanya terdiam keheranan. “mana ada di.” Kata mamaku.” Perasaan ku pun mulai tak enak. Akhirnya kami sampai juga di villa puncak. “ ah segarnya.” Kata kakakku. Ya jelas saja dingin namanya saja daerah puncak. Setelah itu kami menurunkan barang barang dari mobil dan memasukkannya ke dalam villa. Setibanya di dalam villa kami pun beristirahat sejenak melpas capek karena seharian terus berada di mobil. Tiba tiba ………………………………………...

Kakakku terpeleset entah kenapa. Padahal di sekitar situ tidak ada benda yang janggal dan tidak rata. Aku pun semakin keheranan. Tapi aku hanya diam saja , aku rasa itu hanyalah kebetulan. Setelah siap menurunkan barang barang kami makan siang sampai kenyang . ketika makan pun masih ada kejanggalan adikku tiba tiba saja muntah entah kenapa, aku pikir itu karena masuk angin tetapi adikku kan paling tahan sama yang namanya angina. Aku pun juga masih diam walaupun sudah tak tenang dengan keadaan ini. Aku masih teringat kecelakaan beruntun dan si penjual tadi . malamnya kami bakar ayam di belakang villa karena di sana pun juga disediakan alat panggangan. Kami pun senang malam itu , namun kesenangan itu terhenti ketika alat pangganagn tadi mengeluarkan api yang besar dan sangat marak. Kami pun segera mematikan api itu dengan cepat, ya daripada villa nya gosong,kan sayang. Aku sudah tak tahan lagi dan mengatakannya pada ayah dan ibu ” ma, pa lebih baik kita pulang saja, aku merasa kan ada yang aneh pa.” pintaku . tapi ayah dan ibu menganggapku aneh karena percaya dengan yang begituan. Karena kejadian itu kami tidak jadi bakar ayamnya. Dan kami akhirnya memutuskan untuk makan di luar. Setelah makan kami pun pulang . setibanya di villa kami semua langsung tidur. Esoknya kami bangun cepat cepat untuk menikmati udara segar pegunungan.aku yang masih mengantuk berusaha keluar dengan mata yang agak kabur. Tiba tiba aku melihat sosok penjual tadi , aku pun langsung terkejut dan menjerit bahkan menangis. Aku buru buru keluar menghampiri semuanya. Semuanya hean melihatku seperti ini, aku minta pulang tapi tetap tidak dikasi sama ibu bapakku. “kamu tidak usah aneh aneh ya,” bentak papku . aku pun masih menangis karena shock karena kejadian tadi. Kami pun masih duduk diluar untuk merasakan udara segar. Kira kira sejam kemudian kami masuk ke dalam , anehnya papaku menyuruh pulang padahal kan papaku tadi membantah untuk pulang, akhirnya kami pun membereskan semua perlengkapan untuk di masukkan ke dalam mobil. Ternyata papku juga mengalami hal yang janggal semalam ketika kami masih di kedai penjual makanan itu, ayahku keheranan melihat orang orang pada melihat kearah mobil kami. Akhirnya kami pun kembali ke rumah , ketika kami sampai setengah jalan kami melihat kedai penjual makanan itu sudah tidak ada lagi, kami bertanya kepada penduduk setempat,dan ternyata kedai itulah yang ditabrak oleh mobil mobil. Aku pun sangat terkejut mendengar nya padahal kan aku berkali kali melihatnya . jadi siapakan penjual di kedai itu ???????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar