Hari
ini adalah hari dimana aku pergi kemping bersama keluargaku ke puncak gunung,
aku sangat senang karena pada liburan kali ini aku tidak di rumah saja. Aku
pergi bersama ayah, ibu, adik, kakak, kakek, dan nenek. Kami berangkat jam 8
pagi dari rumah, kami bercerita dan bercanda di dalam mobil, suasana di dalam
mobil pun jadi bising tapi menyenangkan. Tapi, tiba tiba kesenangan itu
seketika berubah menjadi sebuah kerisauan , karena tiba tiba jalanan ke puncak
macet. Karena macet kami pun memutuskan untuk berhenti sementara untuk
istirahat di sebuah warung. Kami membeli beberapa makanan dan minuman ringan.
Tiba tiba“ mau pergi ke mana pak ? “ Tanya si penjual kepada ayah “ mau pergi
ke puncak ? “ jawab ayah. “Pak bapak belum mendengar bahwa sudah ada kecelakaan
yang aneh ! tetapi berita ini sih belum menyebar ke mana mana . “ tegas
penjual. “ maksud anda ? “ sambung ayah. Begini pak seminggu yang lalu ada
kecelakaan beruntun di tepi pegunungan , tabrakan ini memakan banyak korban.
Dan katanya di dekat tepi itu ada suara mobil aneh dan suara jeritan orang
orang yang mendapatkan kecelakaan itu !.” . “tapi kenapa masih banyak orang
yang ingin pergi kesana , bahkan sampai jalanan macat begini.”. “ Saya kan sudah bilang mungkin
karena berita ini misterius dan juga belum banyak orang yg mengetahuinya.”
Sambung si penjual tadi. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan untuk tidak
membuang waktu, lagipula jalanan sudah agak aman. Ketika di mobil aku malah
banyak melamun karena teringat pesan sang penjual tersebut. Setelah beberapa
jam kami diperjalanan aku sangat terkejut melihat bangkai-bangkai mobil yang
ada di sana,
ternyata itu bekas kecelakaan beruntun yang terjadi kemarin malam. Setiap mobil
aku perhatikan terus sampai aku curiga pada satu mobil. Kulihat ada seorang
lelaki seperti sosok penjual yang membicarakan kecelakaan ini. Tentun saja aku
kaget, ”ma, lihat itu abang abang penjual tadi kan ?” tanyaku . mama hanya terdiam
keheranan. “mana ada di.” Kata mamaku.” Perasaan ku pun mulai tak enak.
Akhirnya kami sampai juga di villa puncak. “ ah segarnya.” Kata kakakku. Ya
jelas saja dingin namanya saja daerah puncak. Setelah itu kami menurunkan
barang barang dari mobil dan memasukkannya ke dalam villa. Setibanya di dalam
villa kami pun beristirahat sejenak melpas capek karena seharian terus berada
di mobil. Tiba tiba ………………………………………...
Kakakku
terpeleset entah kenapa. Padahal di sekitar situ tidak ada benda yang janggal
dan tidak rata. Aku pun semakin keheranan. Tapi aku hanya diam saja , aku rasa
itu hanyalah kebetulan. Setelah siap menurunkan barang barang kami makan siang
sampai kenyang . ketika makan pun masih ada kejanggalan adikku tiba tiba saja
muntah entah kenapa, aku pikir itu karena masuk angin tetapi adikku kan paling tahan sama
yang namanya angina. Aku pun juga masih diam walaupun sudah tak tenang dengan
keadaan ini. Aku masih teringat kecelakaan beruntun dan si penjual tadi .
malamnya kami bakar ayam di belakang villa karena di sana pun juga disediakan alat panggangan. Kami
pun senang malam itu , namun kesenangan itu terhenti ketika alat pangganagn
tadi mengeluarkan api yang besar dan sangat marak. Kami pun segera mematikan
api itu dengan cepat, ya daripada villa nya gosong,kan sayang. Aku sudah tak tahan lagi dan
mengatakannya pada ayah dan ibu ” ma, pa lebih baik kita pulang saja, aku
merasa kan ada yang aneh pa.” pintaku . tapi ayah dan ibu
menganggapku aneh karena percaya dengan yang begituan. Karena kejadian itu kami
tidak jadi bakar ayamnya. Dan kami akhirnya memutuskan untuk makan di luar.
Setelah makan kami pun pulang . setibanya di villa kami semua langsung tidur.
Esoknya kami bangun cepat cepat untuk menikmati udara segar pegunungan.aku yang
masih mengantuk berusaha keluar dengan mata yang agak kabur. Tiba tiba aku
melihat sosok penjual tadi , aku pun langsung terkejut dan menjerit bahkan
menangis. Aku buru buru keluar menghampiri semuanya. Semuanya hean melihatku
seperti ini, aku minta pulang tapi tetap tidak dikasi sama ibu bapakku. “kamu
tidak usah aneh aneh ya,” bentak papku . aku pun masih menangis karena shock
karena kejadian tadi. Kami pun masih duduk diluar untuk merasakan udara segar.
Kira kira sejam kemudian kami masuk ke dalam , anehnya papaku menyuruh pulang
padahal kan
papaku tadi membantah untuk pulang, akhirnya kami pun membereskan semua perlengkapan
untuk di masukkan ke dalam mobil. Ternyata papku juga mengalami hal yang
janggal semalam ketika kami masih di kedai penjual makanan itu, ayahku
keheranan melihat orang orang pada melihat kearah mobil kami. Akhirnya kami pun
kembali ke rumah , ketika kami sampai setengah jalan kami melihat kedai penjual
makanan itu sudah tidak ada lagi, kami bertanya kepada penduduk setempat,dan
ternyata kedai itulah yang ditabrak oleh mobil mobil. Aku pun sangat terkejut
mendengar nya padahal kan
aku berkali kali melihatnya . jadi siapakan penjual di kedai itu ???????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar